Cicilan KPR Rumah, Pertimbangan Penting Sebelum Mengambil Keputusan

Cicilan KPR rumah adalah sebuah komitmen finansial untuk jangka panjang yang memungkinkan semua pihak bisa mewujudkan mimpi mempunyai hunian pribadi. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sendiri merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan kepada masyarakat dari lembaga keuangan, biasanya bank. Kemudian, dapat dimanfaatkan untuk pembelian properti, bisa rumah baru atau yang second.

Proses transaksi yang terjadi yakni, bank akan membeli biaya rumah atau properti dari penjual. Lalu, pihak pembeli akan mencicilnya ke bank dengan nilai dan batas waktu yang sudah disepakati.

Pengambilan keputusan mencicil KPR pun tidak boleh asal-asalan. Wajib mempertimbangkan semua faktor dan analisa yang tepat. Hal ini perlu dilakukan agar tidak menjadi beban finansial di kemudian hari.

Bukan tanpa alasan, dengan kebutuhan cicilan yang membutuhkan durasi pelunasan bertahun-tahun ini, kondisi keuangan juga akan terpengaruh. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan apa saja hal-hal yang biasanya menjadi penentu kelancaran cicilan rumah. Berikut ini adalah penjelasannya lebih lengkap!

Cicilan KPR Rumah

istockphoto.com

Faktor Cicilan KPR Rumah yang Wajib Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR, maka ada beberapa faktor yang wajib jadi bahan pertimbangan. Tidak hanya berbicara mengenai faktor keuangan saja, tetapi juga persyaratan yang diajukan dari lembaga pembiayaan.

Jika mengetahui faktor-faktor penting saat ingin membeli rumah secara kredit, maka tujuan finansial jangka panjang akan tercapai dengan baik. Jadi, berikut sejumlah faktor yang wajib diperhatikan, antara lain:

1. Suku Bunga KPR

Faktor penting yang pertama adalah suku bunga KPR. Ini adalah penentu yang utama dalam cicilan KPR rumah. Meskipun terdapat perbedaan kecil, tetap berdampak terhadap tenor pinjaman yang terasa signifikan. Suku bunga dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

  • Suku Bunga Tetap (Fixed): Biasanya memberikan besaran suku bunga yang tetap dalam periode tertentu. Misalnya 2-5 tahun pertama. Kelebihan dari suku bunga ini adalah dapat menentukan keuangan di awal yang lebih pasti.
  • Suku Bunga mengambang (Floating): Jenis ini termasuk suku bunga yang berubah-ubah setelah masa fixed berakhir. Nilai floating akan mengikuti Bank Indonesia (BI). Dampak yang diperoleh yakni fluktuasi cicilan mendatang, bisa naik dan turun.

Dengan mempertimbangkan suku bunga, maka pembeli KPR bisa mengetahui jumlah total bunga yang nantinya akan dibayarkan saat awal cicilan. Jadi, tidak akan terkejut ketika ada tagihan masuk.

Selain itu, jangan mudah tergiur karena penawaran suku bunga fixed yang sangat rendah. Karena pastinya, akan mempengaruhi besaran suku bunga floating setelahnya

2. Down Payment (DP)

Down payment alias uang muka  juga berpengaruh pada total pokok pinjaman KPR ke bank. Jika DP yang dibayarkan semakin besar, maka plafon tagihan akan lebih kecil. Begitu pula sebaliknya, jika DP lebih kecil maka tagihan cicilan kan lebih besar.

Nah, keuntungan memilih plafon kredit lebih kecil adalah kemungkinan memperbesar peluang pengajuan cicilan KPR rumah untuk disetujui bank. Pihak yang akan mengajukan KPR perlu menyesuaikan kemampuan finansial. Tentunya, dengan besaran DP yang akan dibayarkan. Meskipun bisa membayar DP lebih besar, jangan sampai mengganggu kebutuhan dana darurat lainnya.

3. Tenor (Jangka Waktu) Cicilan

Seperti yang sudah diketahui bersama, jika tenor merupakan jangka waktu dalam pelunasan pinjaman. Dalam durasi ini terdapat hubungan langsung dengan besaran cicilan per bulannya.

Terdapat dua jenis tenor yaitu pendek dan panjang. Saat memilih tenor pendek, maka biaya cicilan per bulannya akan lebih besar. Nah, jika mempunyai penghasilan pas-pasan maka akan menjadi beban di kemudian hari.

Selanjutnya, saat memilih tenor panjang, memang angsuran atau cicilan perbulannya lebih kecil. Namun, total bunga menjadi lebih besar. Ini karena durasi pelunasannya yang lebih lama.

Dengan mengetahui jenis tenor, maka memilih yang sesuai kondisi finansial serta usia menjadi sangat penting. Jadi, pertimbangkan dan jangan salah memilih, ya!

4. Besaran Plafon Kredit

Plafon kredit merupakan batas maksimal untuk pinjaman yang telah disetujui oleh bank. Perhitungan jumlah nominal ini yakni dari harga jual properti dikurangi uang muka. Dengan begitu, plafon merupakan total hutang yang harus dilunasi.

Karena menjadi hal krusial dalam menentukan cicilan KPR rumah, maka lembaga pembiayaan biasanya memberikan pilihan besaran plafon. Ini dapat dipakai untuk mempertimbangkan segala risiko, seperti gagal bayar karena ketidakmampuan finansial.

5. Kredibilitas Lembaga Pembiayaan dan Developer

Dalam mengajukan KPR, maka akan ada dua lembaga yang berperan. Pertama bank sebagai lembaga pembiayaan dan kedua adalah developer rumah.

Rekam jejak developer rumah penting untuk diketahui dengan cermat. Developer yang berkualitas tentu akan menjamin legalitas dokumen, ketepatan waktu serah terima kunci hingga kondisi bangunan/properti. Memeriksa kredibilitas mereka dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan mencarinya di internet atau media sosial.

Selanjutnya, lembaga pembiayaan dengan kondisi keuangan stabil dapat dilihat dari laba yang mereka terima beberapa tahun terakhir. Waspadalah jika lembaga pembiayaan tersebut dalam tingkat NPL (Non Performing Loan) alias rasio kredit bermasalah tinggi.

Apabila terdapat masalah atau kebangkrutan dari lembaga pembiayaan, maka aset pinjaman kemungkinan akan dialihkan. Meskipun mereka bertanggung jawab, tetapi memerlukan waktu serta tenaga yang tidak sedikit.

6. Program dan Layanan KPR

Selanjutnya, jika ingin memperoleh kenyamanan serta kelancaran dalam cicilan KPR, maka harus mempertimbangkan layanan serta programnya. Call center yang berkualitas akan memberikan informasi sekecil apapun kepada nasabah, seperti informasi mengenai perubahan angsuran dan masih banyak lagi.

Kemudian, cari tahu juga mengenai program-program seperti subsidi, promo, atau metode pembayaran khusus yang ditawarkan. Pahami tentang penalti yang kemungkinan terjadi saat terdapat pelunasan cepat maupun keterlambatan pembayaran.

7. Spesifikasi Properti

Mengambil cicilan KPR tentu saja harus melihat kualitas properti itu sendiri. Hal ini sangat krusial, misalnya lokasi, akses ke ruang publik, hingga kondisi lingkungannya. Tentu harus sesuai dengan kebutuhan.

Periksa jarak rumah tersebut ke sekolah, pasar, tempat kerja maupun ke fasilitas umum. Selain itu, tinjau lokasi rumah, apakah aman dari banjir atau bencana lain. Mempertimbangkan riwayat renovasi dari pemilik sebelumnya juga penting.

8. Durasi Pengajuan dan Serah Terima Kunci

Mengenai pengajuan KPR, tentu saja setiap bank memberikan durasi yang berbeda-beda. Mulai dari dua minggu hingga satu bulan. Durasi waktu ini penting disesuaikan dengan kebutuhan pihak yang ingin menghuni rumah tersebut.

Bukan hanya itu saja, serah terima kunci yang dilakukan dengan prosedur yang benar juga sangat penting. Jika memutuskan untuk kredit dengan cara indent, maka pastikan tanggal penyelesaiannya tertera secara jelas. Jangan lupa untuk mengajukan nota keberatan kepada developer jika terjadi keterlambatan penyerahan kunci.

Cicilan KPR rumah memang membantu saat ingin memiliki hunian impian dengan cara kredit. Namun, penting untuk menganalisa dengan cermat apa saja faktor yang bisa memperingan atau mempersulit proses pelunasan. Dengan demikian, kepemilikan rumah tidak menjadi hal yang mempersulit hidup dan finansial di masa depan.

Leave a Comment