Pengertian, Pentingnya dan Cara Menghitung Simulasi KPR

Ketika ingin memiliki KPR (Kredit Pemilikan Rumah), tentu memikirkan soal anggarannya. Dalam hal ini, sudah semestinya mempertimbangkan tentang simulasi KPR. Dengan demikian, tidak akan kelabakan ketika tiba waktu membayar cicilannya.

Oleh karena itu, pastikan mengetahui simulasi secara lebih mendalam. Hal ini tidak lain supaya lebih mudah dalam memperhitungkannya. Berikut uraian selengkapnya.

Simulasi KPR

freepik.com

Pengertian Simulasi KPR

Hal pertama yang akan kita kupas tuntas pada kesempatan kali ini ialah pengertiannya. Pada dasarnya, simulasi KPR ialah simulasi perhitungan yang berguna dalam mengetahui berapa perkiraan besaran angsuran yang perlu dibayar tiap bulannya. Penghitungan tersebut akan disesuaikan dengan pinjaman KPR.

Dalam melakukan simulasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari jumlah pinjaman, lama tenor, sampai dengan suku bunganya. Hal-hal tersebut bisa mempengaruhi besaran cicilan nantinya.

Pentingnya Simulasi Cicilan

Selain mengetahui pengertiannya, pastikan juga memahami betapa pentingnya melakukan simulasi KPR. Dengan begitu, tidak akan ragu untuk melakukannya. Adapun hal-hal yang menunjukkan betapa pentingnya melakukan simulasi cicilan ialah sebagai berikut.

1. Tanpa Biaya

Pastikan melakukan simulasi angsuran karena tidak dipungut biaya sama sekali. Biasanya simulasi ini tersedia dalam aplikasi yang bisa diakses secara gratis. Untuk memanfaatkannya, pengguna hanya perlu mengunduh aplikasinya dan memasangnya di ponsel.

Dalam mengaksesnya, pastikan pula perangkat sudah tersambung ke koneksi internet yang stabil. Hal ini karena biasanya simulasi bisa berjalan dengan lancar apabila jaringan internetnya baik. Dalam hal ini, bisa menggunakan koneksi internet dari Wi-Fi maupun data seluler.

2. Bisa Mendapatkan Gambaran Cicilan

Saat melakukan simulasi, tentunya bisa mendapatkan bayangan cicilan yang perlu dibayar tiap bulannya. Karena sudah mengetahui gambarannya, maka bisa lebih mudah untuk menyiapkan anggarannya. Misalnya saja, sengaja menyisihkan pendapatan agar bisa membayar cicilannya dengan lancar.

Berbeda jika tidak mengetahui bayangan cicilan yang perlu dibayar nantinya, biasanya lebih boros sehingga kesulitan dalam membayar. Menyadari hal itu, tentu perlu melakukan simulasi sejak awal. Dari simulasi tersebut juga bisa memahami apakah mampu membayarnya atau tidak.

3. Bisa Menyesuaikan dengan Anggaran

Hal lain yang juga menunjukkan betapa pentingnya melakukan simulasi KPR yakni memberikan kemudahan dalam menyesuaikannya dengan anggaran. Sebagaimana yang kita ketahui, KPR menyediakan berbagai jumlah pinjaman dan masa tenor. Hal tersebut bisa mempengaruhi jumlah bunga yang perlu dibayarkan nantinya.

Pada akhirnya, hal ini juga akan mempengaruhi besaran cicilan tiap bulannya. Peminjam bebas memilih jumlah pinjaman dan masa tenornya. Lalu, lakukan simulasi dan perhatikan berapa suku bunganya.

Apabila dari penghitungan tersebut masih bisa membayarnya, maka pilih saja. Akan tetapi, jika dari penghitungan simulasi melebihi anggaran yang mampu dibayar, lebih baik pilih lainnya. Pada dasarnya, dalam melakukan peminjaman memang perlu menyesuaikan dengan anggaran agar tidak terlambat membayar maupun terkena denda nantinya.

4. Menghindari Beban Cicilan Berlebih

Saat melakukan simulasi KPR, sebenarnya peminjam juga telah berupaya untuk menghindari beban cicilan berlebih. Hal ini sebenarnya ada kaitannya dengan menyesuaikan anggaran yang telah disiapkan. Untuk menghindari beban cicilan yang berlebihan atau melebihi kemampuan, tinggal cermat dalam memilih harga rumah.

Selain itu, lakukan simulasi dengan melibatkan sejumlah masa tenor sekaligus. Pilihlah penghitungan yang mampu memberikan besaran cicilan sesuai kemampuan membayar. Karena bisa menghindari beban cicilan yang berlebihan, tentu mampu membayarnya secara tepat waktu.

5. Praktis

Masih ada banyak hal lainnya yang menunjukkan betapa pentingnya melakukan simulasi. Hal tersebut ada kaitannya dengan kepraktisan. Simulasi KPR bisa dilakukan secara praktis.

Alasannya karena hasil dari simulasi tersebut bisa terlihat secara otomatis. Karena hal itu, pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui hasilnya. Setelah mengetahui hasilnya, tentu juga lebih mudah untuk mengambil keputusan apakah tetap ingin melakukan peminjaman atau tidak.

Segi kepraktisan ini juga dirasakan karena biasanya simulasi dilakukan secara online. Peminjam hanya perlu menyambungkan perangkat ke koneksi internet yang baik saja. Setelah itu, peminjam bisa melakukan simulasi online kapan dan dimanapun itu.

Hal ini jelas menguntungkan, apalagi menginginkan KPR di waktu mendesak. Peminjam bisa melakukan simulasi tanpa meninggalkan kesibukan padat sehari-hari. Berbeda jika melakukan simulasi offline atau dilakukan secara manual dengan datang langsung ke penyedia KPR, tentu menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Cara Melakukan Simulasi Cicilan

Pembahasan lainnya yang tidak kalah menarik untuk diketahui ialah cara melakukan simulasi cicilan. Sebenarnya cara melakukannya terbilang mudah. Saking mudahnya, pemula juga bisa ikut mencobanya.

Dalam melakukan simulasi cicilan, perhatikan sejumlah hal yang mempengaruhinya sebagaimana uraian tadi. Mulai dari jumlah pinjaman, suku bunga dan masa tenor. Kendati demikian, masih ada hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan.

Hal-hal tidak kalah penting tersebut yakni uang muka dan harga rumahnya. Supaya lebih mudah dalam menghitungnya, ada baiknya mencermati uraian lengkapnya di bawah ini.

1. Menentukan Harga Rumah

Saat melakukan simulasi peminjaman, perlu menentukan harga rumah terlebih dulu. Misalnya saja ingin membeli rumah yang harganya Rp 500 juta.

2. Menghitung Uang Muka

Setelah menentukan harga rumah KPR, peminjam juga perlu menghitung uang muka atau terkenal dengan istilah DP. Besaran uang DP dalam mengajukan KPR cukup bervariasi. Contohnya ialah menerapkan uang muka 20% dari nilai keseluruhan rumah.

Apabila uang muka yang dibayarkan 20%, berarti besaran nilai KPR-nya menjadi Rp 100 juta. Karena hal itu, saat ingin memiliki rumah KPR yang nilainya Rp 500 juta, bisa membayar uang muka sebesar Rp 100 juta.

3. Menghitung Jumlah Pinjaman

Dalam melakukan simulasi, peminjam juga perlu menghitung jumlah pinjamannya. Jumlah pinjaman ini diperoleh dengan mengurangi nilai rumah dan uang mukanya. Maka dari itu, bisa diketahui bahwa jumlah pinjamannya sebesar Rp 400 juta.

4. Hitung Suku Bunga

Selanjutnya, peminjam juga perlu menghitung suku bunga. Pada dasarnya, suku bunga bisa mempengaruhi berapa angsuran yang perlu dibayar tiap bulannya. Misalnya saja, suku bunga tetapnya 1% per bulan.

5. Menentukan Tenor KPR

Setelah melakukan sejumlah penghitungan di atas, peminjam juga perlu menentukan tenor KPR atau lama waktu peminjaman. Biasanya tenor KPR berbeda-beda. Untuk memilih tenor KPR, sesuaikan saja dengan kemampuan finansial.

Namun perlu diketahui bahwa tenor yang terlalu lama memiliki biaya cicilan lebih murah tiap bulannya. Akan tetapi, jika diakumulasi secara keseluruhan, biayanya memang lebih tinggi. Lagi-lagi hal tersebut membutuhkan kecermatan dan pertimbangan dalam memilihnya. Misalnya saja memilih jangka waktu cicilan hingga 15 tahun.

Dalam simulasi KPR, penghitungannya biasanya menggunakan rumus berikut ini.

Angsuran bulanan = (nilai pinjaman x suku bunga per bulan) / (1-(1+suku bunga per bulan) x masa tenor yang dipilih.

Setelah simak uraian di atas, tentu bisa mengetahui pengertian simulasi KPR dengan lengkap. Selain itu, bisa juga memahami pentingnya melakukan simulasi cicilan. Supaya lebih mudah dalam mengenalnya, pahami juga cara menghitungnya. Dari sini bisa kita ketahui bahwa simulasi cicilan memang perlu dilakukan.

Baca juga: KPR Rumah Bekasi Murah

Leave a Comment